Sungguh kurang ajar lelaki ini. Aku imbangi dengan cepat pula. Bokep Korea Air mataku jatuh bercucuran, meratapi nasibku yang tidak beruntung.Pelarianku itu menjadi kebiasaan setiap menjelang tidur. Aku terdiam seribu bahasa, badanku serasa lemas tak bertenaga menghadapi kenyataan ini. Terpandang. Aku hanya diam tak bergerak dengan mata terpejam.Hatiku menjerit merasakan cumbuannya yang semakin liar, menggerayang ke leher dan teus turun ke atas dadaku. Aku tak ingin membayangkannya.Kang Hendi tidak menyerah begitu saja melihat kemarahanku. Jemariku menari-nari lincah menelusuri urat-urat yang melingkar di sekujur batangnya.Kukocok perlahan dari atas ke bawah dan sebaliknya. Semuanya berjalan normal saja. Kulihat Kang Hendi tersenyum di bawah sana. Ia, katanya, akan berusaha memberikan apa yang selama ini kudambakan.“Kamu tenang aja dan nikmati. Aku terkejut seperti terkena listrik. Kucoba meronta di bawah himpitan tubuhnya. Aku tersenyum melihat Kang Hendi nampak berusaha keras untuk bertahan, padahal sudah kurasakan tubuhnya mulai mengejang-ngejang.




















