Bahkan, aku mulai mendidih !Sesaat kak Sinta nampak menelusuri leher kak Dewi dengan bibir dan lidahnya, aku mengusap leherku sendiri.Entah kenapa aku merasa merinding nikmat. Ia berlalu, langkah kakinya menjauhi kamar.Lalu terdengar dentingan gelas, dan pintu lemari es dibuka.Bergegas aku membereskan segala yang berantakan, sekedarnya. Bokep Crot Ada ketakutan dimatanya.“Masalah apa ?”,“Sinta…!”,“Oh…!”, aku mengangguk perlahan.“Jangan sampai Mamah tahu !’,Aku hanya menatapnya, lalu tersenyum hambar.“Janji ?!”, kak Dewi menatapku dalam-dalam.“Janji !”, kataku sambl mengacungkan telunjuk dan jari tengahku.“Tedy boleh minta apa aja, pasti kakak turutin, syaratnya satu, gak boleh bocorin rahasia !”,“Tenang…aman !’, kataku agak bergetar.“Tedy mau minta apa sama kaka?”, nampaknya kak Dewi mencoba bernegosiasi, he he….“ng…gak minta apa-apa deh…mmm…”, sungguh tak terpikir untuk minta sesuatu pada kak Dewi, lagi pula aku sama sekali gak kepirkiran untuk membocorkan rahasianya. Tidak terlalu besar memang, tapi lebih dari cukup untuk kami tinggali berdua.




















