Rumah ini berantakan karena memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Bokep Tante “Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan… kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.******Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan deterjen tapi tak juga dicuci. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah warna baju dan jilbab umminya. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping.




















