Mendadak jari tanganku dingin semua. Bokep STW Tetapi eh.., diamdiam iamencuri pandang ke arah juniorku. Si Junior sudahmengeras. Juniorku tegang seperti mainananakanak yang dituip melembung. Baru saja aku memasang ikatpinggang, Wien menghampiriku sambil berkata,Telepon aku ya..!Ia menyerahkan nomor telepon di atas kertas putih yangdisobek sekenanya. kataku makin berani.Kemudian aku merangkulnya lagi, menyiuminya lagi. Eh..,kesempatan, kesempatan, kesempatan. Begini saja daripada repotrepot.Anggap saja tiaptiap baju sama dengan jumlah kancingbajuku: Tujuh. Kini pindah ke paha sebelah kanan. Kulihatdi bawahku ada kain, ya seperti saputangan.Itu kali Mbak, kataku datar dan tanpa tekanan.Ia berjongkok persis di depanku, seperti ketika iamembersihkan paha bagian bawah. Suara itu lagi.Suara yang kukenal, itu kan suara yang meminta akumenutup kaca angkot. Angin menerobos dari jendela.Masih ada waktu bebas dua jam. Tapi ia masihberjongkok di bawahku.Yang ini atau yang itu..? Laluasyik membuka tabloid. Yes.., akhirnya. Apa katanya nanti? Jari tangan mulai dingin.




















