Tapi tidak semua orang di jalan raya itu lucu. Mereka kemudian pergi ke tempat yang dituju. Bokep STW Baru satu orang yang beli.”
“Ya sudah. Kisah-kisah miris semacam itu sudah jadi makanan sehari-hari. Aku yakin sekali, orang tuanya sudah berhasil mendidiknya dengan ajaran agama. Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi. Kita ke sana!” Salah satu anak berambut keriting mengajak anak laki-laki itu ke suatu tempat. “Beli ini, Pak, beli ini, Bu,” kata anak laki-laki itu. Ketika hujan datang, aku membasah. Ada sedikit rasa kagum melihat anak itu. Aku tahu anak itu pasti bekerja di malam begini karena suatu keperluan yang mendesak, atau itu memang pekerjaannya demi membantu biaya sekolah. Mereka kemudian pergi ke tempat yang dituju. Tidak cukup lama, orang-orang sudah berkerumun ke arah anak itu. Tapi seperti yang aku katakan, aku tetap bertahan pada tempatku berdiri.




















