Aku tidak berpakaian kini. Bokepindo Aku terlambat setengah jam. Suara pletak-pletok mendekat.“Ayo tengkurap..!” kata wanita setengah baya itu.Aku tengkurap. Astaga. Ini kesempatan kedua. Makin lama suara sepatu itu seperti mengutukku bukan berbunyi pletak pelok lagi, tapi bodoh, bodoh, bodoh sampai suara itu hilang.Aku hanya mendengus. Dari iramanya bukan sedang berjalan. Aku bisa dapatkan ia, wanita setengah baya yang meleleh keringatnya di angkot karena kepanasan. Pasti terburu-buru. Aku duduk di belakang, tempat favorit. Kalau saja, tidak keburu wanita yang menjaga telepon datang, ia sudah melumat Si Junior. Lalu ia memijat lutut. Kalau saja, tidak keburu wanita yang menjaga telepon datang, ia sudah melumat Si Junior. Oh.., aku hanya dapat menunduk, melihat kakinya yang bergerak ke sana ke mari di ruangan sempit itu.




















