Benar. Saya sendiri tinggal di sini. Bokeb Meski, kemudian Pak Bambang juga sering minta duit, saya tidak merasa membeli kepuasan syahwat kepadanya. Saya pakai becak saja,” katanya.Esoknya, Iwan sengaja pulang kerja cepat. Singletnya pun basah oleh keringat. Usianya mungkin sudah 50 tahun. Jari tangannya seperti besi yang bengkok-bengkok, kasar.Bambang kemudian bercerita kalau ia sudah puluhan tahun bertugas dan tiga tahun lagi akan pensiun. Tangan saya yang mencoba menahan tangannya malah dibawanya untuk meremas payudara saya. Iwan namanya. Pria itu sepertinya masih marah. Ia menaikkan satu kaki ke atas kursi. Terpaksalah kami berjalan dan menitipkan mobil di pinggir jalan.Rumah kontrakan Pak Bambang hanyalah rumah papan. Sekali waktu, saya keceplosan. Itu yang saya tunggu-tunggu. Pak Bambang kemudian mengatakan bahwa pengobatan yang didapatkannya melalui kakeknya, dilakukan dengan pemijatan di bagian perut.




















