Hanya aku dapat warisan dari Kak Tina. “Iya. Bokep Indonesia Kami tak pernah
bersetubuh. Sepasang putingnya melesak di
balik daster tipisnya. Tinggallah aku
sendiri. Terkadang novel-novelnya Freddy S, Abdullah Harahap,
dan Motinggo Busye. Setiap siang sepulang sekolah, sambil
mengembalakan tiga ekor sapi milik Pak Rochim, aku membaca Kho Ping
Hoo. “Ya, Kak…, Guru-guru rapat”
Kak Tina keluar dari kamar. Sesampainya di rumah keadaan memang sangat sepi. Sesekali aku ingin juga membaca novel lainnya, tapi Kak Tina tak
pernah mengijinkan aku menyentuh apa lagi membaca novel-novel itu. Muka dan kepalaku
memanas. Bu Rochim mencemaskan
keadaannya. Banyak sekali, mengotori celanaku. Untung sisanya telah mengering. Kami
terus membaca. Orangnya tidaklah cantik, tapi tubuhnya bagus. Aku? Aku menuju dapur, lalu
makan bersama Kak Tina. Aku segera menyudahi keasyikanku. “Ya sudah, ganti pakaian dan makan…, Aku siapkan dulu”
Aku
masuk kamar, lalu mengambil celanaku. Pak Rochim dan ibu
sangat baik kepadaku.




















