Nah.., yang satu itu aku terobsesi sekali.Kebetulan temanku si Ivan dapat merealisasikan obsesiku itu. Lia melakukan beberapa pose yang cukup manis. Bokep Mom Shot demi shot kuambil. Si Ivan memang hapal sekali tipe cewek yang kusuka. Busyet..! Aku perlu waktu sekian detik untuk meluruskan kembali pikiranku yang sudah ngeres banget. Pose demi pose yang dilakukan Lia sungguh apetizing, membuatku terangsang, mungkin si Ivan juga yang dari tadi pasif sekaran sibuk mengamati.Setelah satu rol habis, aku menghampiri Lia, Lia memandangiku sambil tersenyum manis. Tempat kostku telah kusulap menjadi studio dadakan. Segaris celana dalam putih itu beberapa kali terlihat di antara celah kakinya. Emang sih si Ivan pernah bilang dia pernah ML dengan cewek ini. Rupanya dia sadar bahwa dia terlalu nekat. “Ridwan..” balasku. Magnetizing tapi aku tidak boleh kikuk, untuk memperlihatkan kesan bahwa aku sudah biasa melakukan pemotretan model.“Gini Lia, Ivan udah ngejelasin kan..?”
“Iya sih dikit, untuk studi kan..?”
“He-eh,




















