Sudah sampai Sedayu. Bokep Aku pun bukan orang yang aneh-aneh. Suami saya dapat tiket tempat duduk di seberang. Selama itu pula mulutnya tetap mencengkeram kepala penisku. Dia menahan tanganku.“Jangan … “Aku nekat.“Jangan …” Ok. Aku memandangnya.Matanya terpejam. Kalau saja Mei di sampingku, pasti kepalanya sudah bersandar di bahuku, dan tangannya memeluk lenganku. Ohh, bibirnya mulai membuka dan memasukkan kepala penisku ke mulutnya. Empat kali. Sepanjang sejarah hidupku. Sepanjang sejarah kehidupanku, bisa dihitung berapa kali aku melanggar aturan atau norma. Hari berangsur gelap.“Pengumuman, bapak ibu. Aku terus menggerakkan jariku. Mulus tak bercela. Tubuhnya menegang. Tidak nyaman memang. Kali ini tanganku lebih berani. Yang lebih mengejutkan lagi, tangan ibu itu mulai mengelus pahaku. Aku jengkel banget.Hujan mulai turun. Maaf ya,” jawabku agak keberatan. Aku bisa mendengar degup jantungku di telingaku sendiri. Dan keras. Tangannya masih tetap mengelus penisku, tapi sungguh, tangan itu tidak mampu membuat aku nikmat terus-menerus.




















