Kemudian kami bercakap-cakap, ternyata Ayu memang enak untuk diajak ngobrol. Aku mulai berpikir jangan-jangan Ayu lebih menyukaiku.Tapi aku tidak dapat berharap banyak, soalnya bukan aku yang hendak dijodohkan. Bokep Jepang aahh..” dan, “Aagghh.. Ia juga tidak mau kalah, lalu melepaskan semua yang kukenakan. Jangan-jangan ini cewek simpanan, pikirku.Sambil aku berkeliling, Ayu berkata, “Mau minum apa Ton?”“Apa saja lah, asal bukan racun.” kataku bercanda.“Oh, kalau gitu nanti saya campurin obat tidur deh.” kata Ayu sambil tertawa.Sementara ia sedang membuat minuman, mataku secara tidak sengaja tertuju pada rak VCD-nya, ketika kulihat satu persatu, ternyata lebih banyak film yang berbau porno. XXX (edited), jangan lupa yah!””Oke deh, tunggu aja nanti, bye!”“Bye-bye Ton.”Setelah telepon terputus, lalu aku mulai membayangkan apa yang akan dibicarakan, lalu pikiran nakalku mulai bekerja. Tapi tidak demikian halnya dengan Ayu. Kupikir ini saatnya, lalu pelan-pelan kukecup bibirnya sambil lidahku menerobos bertemu lidahnya.




















