Lama sekali mereka berpagutan seolah-olah Pak Wid ingin menunjukkan rasa terima kasihnya atas pelayanan sang sekretaris.“Makasi ya sayang…”.“Sama-sama Pak”.“Kamu puas hari ini?”.“Puas banget! Bokep China Tapi tenang uang lemburnya ada kok”.“Beneran ya?”.“Tenang saja… apa sih yang nggak buat sayangku ini”.“Hhhmm… gombal!”.Mereka pun tertawa sambil berpelukan mesra. Akhirnya ia memilih untuk memeluk tubuh Pak Wid dan mencium bibirnya guna meredam desahan dan erangan yang hendak keluar dari mulutnya.Lia kini nampak kian pasrah menerima lumatan bibir dan juga remasan demi remasan di dadanya. Ya udah berkasnya kamu taruh saja dulu disini, bilang ke Pak Tio besok pagi rangkumannya akan saya serahkan langsung di ruangannya”.Wiwin lalu meletakkan berkas-berkas tersebut di atas meja kerja Lia, “Kalau begitu saya permisi dulu Mbak”.“Oh iya Win, kamu nggak back up datanya dalam bentuk softcopy?”.“Sudah Mbak, sudah saya taruh juga di dalam map”.“Kalau begitu makasi ya…”.“Sama-sama Mbak”, kemudian Wiwin melemparkan senyum ke arah Pak Wid.




















