Sherin sadar bahwa itu adalah keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, maka dengan terpaksa dia mulai menggenggam penis itu, terasa denyutan benda itu dalam genggamannya. Bokep Tobrut “Siang Non, udah bangun yah, asyik kan tadi ?” goda Pak Udin sambil cengengesan. Dia mengalihkan pandangannya ke arah lain saat melihat bingkai foto di bufet sebelah ranjangnya yang berisi foto studionya bersama Frans, pacarnya. Mereka menelentangkan tubuhnya, dan berejakulasi di atasnya. Diambilnya amplop coklat yang dimaksud itu dari lemari meja papanya dan dibawanya ke ruang tengah dimana orang suruhan papanya itu menunggu. “Sore Pak” Sherin balas menyapa dan tersenyum kecil “Ini Pak , titipan dari papa, bener kan?”
“Ah…iya Non bener ini, makasih yah !” kata Pak Irfan seraya menerima amplop itu. “Jangan ngomong sembarangan yah, saya telepon papa atau polisi kalau perlu kalau Bapak macam-macam !” gertaknya sambil menutupi kegugupan.




















