Aku memang malas kuliah, aku harus mengakuinya. Bokep Cina Sehingga aku, entah bagaimana, terpancing untuk datang ke rumah Jay demi menuntut penjelasan. “Hallo?”
Hening sesaat merasuki suasana. Di sebelahku, Jay menikmati kepulan asap rokoknya yang membuyar di balik dedaunan pohon yang mengelilingi kami.Surabaya, pertengahan Mei 1999Kupeluk tubuh itu erat-erat. “Iya.”
“Sungguh, Ray?” Chie mengangkat kepalanya, senyumnya mengembang di sela air mata yang mengaliri pipinya. Aku merasa bingung, terlalu banyak rahasia yang masih tidak kupahami selama dua bulan ini. Kupeluk pundak Chie dan menggandengnya, merasakan tubuh itu menggigil di lenganku.Saat itu aku sangat ingin memarahi Jay. “Thanks, but no thanks.”
Kami tertawa berbarengan. Jay menolehkan kepalanya ke arah mobil.




















