“Ahh” Tia mendesah lagi. “Putingnya wajib tegang menantang. Bokeb “Nah kelak begini posisinya, kepalamu jangan lihat aku, tapi mendangak lihat kamera, oke?”. “Bisa ngobrol sebentar?”, tanyanya. Susunya kecil dan bibir memeknya tidak tebal ditutupi bulu-bulu halus. Mesikipun kubujuk dirinya tetap menolak. Aku mengikutinya. Tia diam menatapku. Sementara aku semakin memotret adegan demi adegan. Isinya penuh dengan baju
“Terbuktinya kalian mau nginap disini?”, tanyaku
“Aku mau digambar pake baju-baju ini”, jawabnya. Supaya tidak ketahuan, aku menyimpan gambar2 mesum itu dalam koperku yang kukunci. Gambar dan klisenya telah dibakar
Tapi dirinya kepikiran untuk digambar bugil yang keren, sebab gambar mesum yang jarak jauh itu agak goyang dan tidak fokus. semakin bagaimana supaya aku bisa gambar bugilmu”, Tia menggerutu.




















