Siang ini memang pikiranku tengah galau, mengenang peristiwa tadi malam dan pagi hari ini.Aku tinggal menumpang mertua di sebuah rumah sederhana di kampung perbatasan jakarta. Bokep Montok “Ibu bisa tengkurap sebentar?”, pintaku pada ibu. “kalau gitu saya bikinin teh panas ya bu, saya juga masih punya obat neh”, ibu mengangguk lalu berjaan menuju kamarnya. Sementara ibu mertua kebalikannya, ia sosok ibu yang lembut dan baik hati. Mau bagaimana lagi kalau memang sudah jodohnya. Matanya mulai membuka. Entah setan mana yang mengendalikanku, usai berlama-lama menjamah pantatnya, kini kucoba pelorotkan sarungnya ke bawah. Setelah mengantarkan teh dan obat flu, kembali aku berbaring di ruang tamu sederhana itu sampai akhirnya aku terlelap.Jam dinding kusam itu menunjukan pukul 1.30 malam ketika aku mendadak terbangun karena kembali ibu muntah-muntah di kamar mandi. Lama aku mematung hingga denyutan-denyutan orgasmeku hilang dan kemaluanku mulai mengerut.Baru kemudian aku beranjak….kepanikan kecil melandaku melihat lelehan benihku di atas




















