Meski sangat perlahan, Kang Hendi dapat mendengarnya dan merasakan perubahan yang terjadi dari tubuhku. Marah oleh sesuatu yang aku sendiri tak mengerti. Bokepindo jangan ngeliatin aja. Aku mendengus frustrasi oleh perasaanku sendiri. Apakah aku masih bisa merasakan kehangatan ini bersama Kang Hendi. Kuingin menikmati semuanya.Kang Hendi tak mau kalah. Aku ingin ia merasakan kenikmatan pula. anu..” katanya dengan ragu-ragu.“Ada apa kang?” tanyaku semakin penasaran sambil menatap wajahnya lekat-lekat.“Anu.. Menjilat, menusuk-nusuk, menerobos rongga rahimku.Aku seperti melayang-layang di atas awan. Lidahku melata-lata liar di sekujur batangnya. Aku tak tahu sampai kapan semua ini akan berakhir. Kang Hendi lalu kembali menciumi buah dadaku.Kali ini kusodorkan dengan sepenuh hati. Bahkan terasa lebih keras.“Udah Neng. Ia merasa sudah mendapatkan kemenangan atas diriku.Ia bangga dengan kehebatannya bercinta hingga mampu membuatku orgasme lebih dulu. Ia tahu aku sudah dalam kendalinya jadi bisa mempermainkan perasaanku semau-maunya.Aku gemas sekali melihatnya menyeringai seperti itu.




















