Memandang wajah yg tampan itu, berkhayal bahwa lelaki ini menjadi milikku. Bokep STW Malamnya, hujan lebat mengguyur Jakarta. Di sanalah aku menangis sejadi-jadinya, hingga lelah dan ketiduran. Apakah ini cinta? Vaginaku mencengkram penis itu sejadi-jadinya, sementara tuanku membenamkan lagi sekuat-kuatnya, sampai aku tertekan ke ranjang.Ia mengejang-ngejang, aku merasakan denyutan- denyutan kuat. Tapi, saya bahagia kalau bisa melayani Kak Edo bercinta…”Aku meraih penisnya yg lemas itu. Menjilatinya lagi. Jadi pagi-pagi dihabiskan dengan mencuci celana dalam, daster, dan seprai. Kamu… mengerti?” Aku mengangguk.Denyut jantungku makin cepat. Menarik sprei dan melepas sarung bantal. Tapi aku tersenyum lebar, dengan mata basah, aku berbisik di telinganya,“Kak Edo… saya kini milikmu.”
“Sayaannnggg….” desahan berat itu menggetarkan jiwaku.




















