Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. Bokep Cina Dia memperhatikanku sejenak dan senyuman misterius itu hadir lagi.Dia pun membungkukkan tubuhnya,
“Hey, tukang ngintip cilik. Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Erik dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Aku pun hanya bisa tertawa, aku pun menetujuinya. Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Kalau kamu capek, besok bolos saja.”
Erik pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. Erik melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Aku hanya bisa terdiam terpaku. Kenapa? Jangaan!!”, aku berteriak ketakutan.Terlambat, aku sudah telanjang total. “Ahh..!!” nafasku makin memburu.Tiba-tiba Erik berhenti dan melihatku sambil tersenyum misterius. “Mulai saat ini, aku-lah yang akan merawat dan mengurus Maria. Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku. Erik masih menindihku dan mulai menciumi punggungku.“Hhhmm.. “Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa.




















