PING!…Tanpa hasrat wanita itu membuka BBM yang ternyata menampilkan pesan dari Rivan.“Besok pukul 12 aku tunggu di lab kimia, ”Jemari kiri Reyna erat menggenggam tangan suaminya yang tengah pulas tertidur, sementara tangan kanannya menulis pesan dengan gemetar. Bokep Cina Seketika Reyna terdiam, wajahnya semakin malu saat menyadari tangan Rivan masih menggenggam kedua tangannya.Tapi tidak berselang lama bentakan dari bibir tipisnya kembali terdengar, “Hey!.. Tubuhnya terhentaktak beraturan, Rivan menyetubuhinya dengan sangat kasar. jahaaaaat..” teriak Reyna seiring lenguh kenikmatan dari bibir silelaki.Menghambur bermili-mili sperma dilorong senggama, menghantar ribuan benih kerahim siwanita yang mengangkat pinggulnya menyambut kepuasan silelaki dengan lenguh orgasme yang kembali menyapa, tubuh keduanya mengejat, menggelinjang, menikmati suguhan puncak dari sebuah senggama tabu.“Kenapa kau mempermainkan aku seperti ini,” isak Reyna dengan nafas memburu, tangannya masih meremasi pantat berotot Rivan yang sesekali mengejat untuk menghantar sperma yang tersisa kerahim si wanita.“Karena aku mencintaimu,” bisik lembut si penjantan ditelinga betina yang




















