Saat itu aku memanggilnya tanteTina. Sore itu tante Ani mengenakan bajuyang lumayan sexy. Bokepindo Lukisanyang berbobot tinggi,dan aku yakin pasti bukanbarang yang murahan.“Itu tante beli dari seniman lokal waktu tante keBali tahun lalu” kata tante Ani memecahkansuasana hening sebelumnya.“Bagus tante. Aku untuk sementara inijuga masih single. Kaki tante Ani putih mulus,tanpa ada bulu kaki 1 helai pun. Terang aja,ini baru pertama kalinyaaku minum 1 gelas Hennessy sendirian.“Tante,anterin Bernas pulang yah. Malamitu dia mengenakan celana dalam yang kecil imutberwarna pink cerah. Mau kan?” pinta tanteAni.“Sippp tante.” jawabku serentak girang.Malam itu aku nginap di rumah tante Ani.Keesokan harinya aku langsung pulang kerumah. Kami kadang-kadang menyempatkandiri untuk ‘bermain’ 2 minggu sekali atau kadang-kadang 1 bulan sekali.




















