Dengan tanpa basa-basi aku mendekatinya lalu tersenyum.“Hey, Budi ya? “Lah kayanya dia ada dibawah deh sekarang. Bokeb Budi tersenyum dan mencium keningku. Khususnya abege-abege yang broken home. Kepalanya yang tadi menunduk melihat hp nya, sekarang menengadah melihatku. Aku duduk diatas meja dapur, dia berdiri didepanku. Bahkan kami pernah melakukan disiang bolong, ditempat umum. Hahahahahaaa.” Farel tertawa terbahak-bahak.Aku gak memperdulikan ucapan Farel soal pakaianku, yang ku fikir hanya bagaimana bisa dekat dengan Budi. “Enak, makasih ya teh.” Katanya. Tengah malam itu kami sudah berdua didapur yang remang-remang. Ughhh rasanya ingin mendesah, tapi ga bisa karna takut membangunkan ortuku atau orang yang ada dirumah.Masih dengan tidak sabarnya, dia membuat pahaku mengangkang, dan dia menusukkan 1 jaringa kedalam lobang memekku. Kami berciuman sebentar.Dan tanpa banyak bicara lagi, aku membereskan bajuku. Aku menurutinya. Aku terhentak agak keras dengan tangan bertumpu kebelakang saat Budi menusukkan dalam-dalam jarinya kedalam memekku, lalu dia menggoyang-goyangkannya




















