Akhirnya, kami berdua sama-sama telanjang bulat. Malam itu (atau lebih tepatnya pagi dini hari) kulewati dengan makan bersama Jeanne (masakannya enak lho!) dan aku menginap di apartemennya.Pagi itu aku bangun dengan pikiran yang berkecamuk. Jav Sub Indo Kuhampiri dia dan kupeluk dari belakang. Aku memainkan sebuah lagu melalui denting piano. Setelah ditinggal oleh Yo untuk selamanya, aku sempat seperti orang linglung yang kehilangan semangat kira-kira selama 2-3 bulan. Perutku dengan kurang ajarnya berkeruyuk. It’ll be a moment and not too long.”
“Okay…”
Aku berjalan menuju baby grand piano yang ada di sudut ruangan. Kuelus rambutnya. Bahkan terkadang tak segan-segan menempeleng ibuku! Aku menangis di sana hingga tak terasa aku tertidur dan dibangunkan oleh orangtua penjaga makam.“What’s the matter, Honey…?” tiba-tiba pertanyaan Jeanne mengagetkan aku dan menyadarkanku pada situasiku yang sekarang.




















