Memanglah dia senantiasa menemaniku tiap-tiap saya lembur di kantor.Namun seminggu lalu, Dessy mengeluh karena kelelahen akibat pekerjaan yang semakin banyak, serta karena jadi sekretaris pribadi, dia harus mesti mengetahui usaha kantorku dengan mendalam. Bokeb Dari pandangan pertama, saya mengakui kalau mereka rata-rata cantik hanya saja nampaknya bila umurnya masih tetap muda.Mereka semuanya memandangku dengan penuh berharap sembari berupaya tunjukkan senyum termanis yang mereka miliki. Tentu nanti Dessy mesti berusaha keras untuk mendidik Sari supaya tahu selera saya dalam bermain. Sari juga menyeringai melihat senyuman saya itu.“Masak dada Sari sebesar itu, nampaknya kok tidak ya?”
“Benar kok Pak, Sari tidak bohong,” jawabnya merajuk. Pandanganku yang jalang itu, tidak buat ia rikuh, jadi ia tersenyum manja saat mengulurkan tangannya untuk bersalaman, tangannya empuk dan hangat sekali. Karena hal yang sebenarnya tidak saya berikan namun bagaimana sekali lagi karena hobiku juga aku menulis yang saya alami.




















