Sungguh, aku merasa menjadi seorang perempuan murahan yg bias dinikmati oleh pria cina itu demi sejumlah uang. Tak lama kemudian Om Roby pun membalikan tubuhku hingga posisiku berhadapan denganya. Bokep Tobrut Om Roby masih Nampak cuek, sambil sesekali meliriku. Tak dapat kupungkiri bahwa aku merindukan pelukan pria. Sunguh aku sangat benci dan jijik dengan perilaku bosku tersebut. Dengan balutan jilbab yg selalu ku kenakan, aku menjadi Nampak anggun di mata para pria. Sungguh, aku merasa menjadi seorang perempuan murahan yg bias dinikmati oleh pria cina itu demi sejumlah uang. Bisa dikatakan, penghasilanku hanya pas-pasan untuk menghidupi diriku dan anaku. Ohhhh…betapa malang nasibku, jeritku di hati.“Mhhhh….mmaaf Om,saya belum mampu membayarnya…” jawabku terbata-bata…“Kebutuhan saya banyak sekali, dan uang gaji saya saja tdk cukup”….Tak terasa, air mataku mulai meleleh.“Iya, saya tau…tapi masalahnya, kantor ini juga butuh biaya..Kan sudah aku bilang, kalau biro ini lagi seret…Klien kita semakin sedikit???” Suara Om Roby




















