Jenni terus mendesis desis. Bokep Montok “Kemari dengan siapa?” kataku menyelidik
“Sendiri.., kenapa, elo diantar ama bini ya?” Buset dah ketahuan nih gue udah punya bini. “Oh Urip, kita keluar bersamaan sayang..”“iya, enak banget Jen.. Perlahan Jenni merenggangkan kedua kakinya. Sebetulnya sejauh ini tidak ada yang kurang dengan keluarga dan profesiku sebagai orang marketing. uhh..” Masih dalam posisi 69, Jenni terdiam sesaat, kulihat kemaluannya masih merekah merah.Perlahan ia mulai bangkit dan mengecup bibirku.“Sorry sayang, gue duluan..”
“No problem Jenni.. “iya nih, gue ngejar deadline 2 hari dan boss langsung nyuruh ke training ini” katanya. Kupindahkan bibirku ke bibirnya.“Tenang sayang, perang baru dimulai..” Kataku berbisik. Kelentitnya kuhisap seperti menghisap permen karet. Di mata istriku aku adalah seorang suami yang baik, penuh perhatian dan selalu pulang cepat ke rumah. tuh..” kataku sambil menunjuk Remi yang sedang asyik ngobrol dengan peserta lain. Lalu entah bagaimana ceritanya aku sudah memeluknya.“An, jangan nangis, entar orang










