Anjar tidak putus asa. Bokep Tante Di satu sisi, saya memang mencintainya. Bagi saya, saya merasa memiliki hobby baru. Pertama memang ia menaruh curiga terhadap pertanyaan
saya. Hingga akhirnya saya meminta tolong untuk sesekali mengintip apakah suami saya pernah
berkunjung ke sana. Entah itu berkedok
kelompok belajar atau lainnya.Hingga akhirnya, entah kenapa tumbuh rasa suka saya kepada dirinya, dan di suatu saat Anjar
memberanikan diri untuk menyentuh tangan saya dan memegangnya.Saya merasakan getaran yang ia jalarkan ke diri saya. Saya pun turut terjerumus dalam dunia perselingkuhan. Sama sekali tidak terbesit di benak saya, bahwa kami
masih bermain di area parkir sebuah pusat belanja yang terletak di jalan “D”. Saya hanya menjadi mesin pemuas nafsu sex suami saya tanpa peduli apakah saya
menikmatinya atau tidak. Ibarat wartawan, saya pun mulai melancarkan beberapa pertanyaan daerah
seputar perumahan tersebut.Namanya Anjar.




















