Aku sungguh bodoh, ranti yang dibawah tekanan orangtuanya masih saja kuberikan beban yang akan terus merasuki pikirannya. Bokep Tante Kusedot dengan penuh nafsu dan ranti pun mendesah menikmati percintaan kami. “Kalau ganti ban berapa mas?”, gadis itu bertanya lagi, terlihat dia sangat resah. Dalam pikiranku, aku hanya merasa sangat bersalah.“Sudah lah Din, kita harus sadar memilih pasangan yang sederajat…”, kata Syamsul saat bertemu denganku di kios kami.Syamsul benar, ranti akan lebih bahagia dengan pria lain, dia tak layak hidup dengan aku yang susah begini. “Mas… Anti mau pulang…”, katanya yang membuatku sedikit kecewa. Aku pun pasrah menunggu balasan sms-nya yang kian tak kunjung tiba. Anti, terima kasih sudah pernah mencintaiku.,,,,,,,,,,,,,,,,,, ‘Saya byk kerjaan’ kesal ku balas sms nya yang menurutku sedikit mempermainkanku.




















