Aku semakin pasrah dan lama lama aku menikmatinya. Aku merasa dia sudah horni karena melihat bodiku.Tiba tiba Geri mengunci pintu kamarku dan mendekatiku. Bokep Mama Aku semakin takut namun aku gak berani kalau harus teriak. Banyak sekali spermanya hingga masuk lobang hidung dan mulutku. Geri terus melihatku dengan penuh tatapan nafsu. Namun aku tak bisa menahan, ini nikmat sekali. Aku hanya bisa bergeleng geleng menghindari ciuman Geri. Aku sungguh tak bisa menerima perlakuannya karena dia bukan pacarku. Akhirnya Geri mencabut kontolnya dan diarahkan ke mukaku.Sambil di kocok dengan cepat, seluruh spermanya tumpah ke mukaku. Kulihat dia hanya terpejam dan terus mencium bibirku dan turun ke leherku. Sambil berciuman Geri memainkan putingku dan dicubit cubit hingga perih sekali.Aku tak tau kenapa tiba tiba aku dengan respon memeluk Geri dan semakin aku tambah ciumanku menjadi ganas.




















