Dia punya usaha untuk hidup. Meskipun hujan membuatku gigil, atau panas yang datang tak tanggung-tanggung. Bokep Hot Dia menjual, bukan mengemis. Tidak cukup lama, orang-orang sudah berkerumun ke arah anak itu. Polos sekali. Dia terpelanting. Aku yang bisa dikatakan sedikit menggigil memperhatikan mobil, motor, becak, andong, bajaj, hingga truk lalu lalang. Astaga. Dia benar-benat ulet. Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi. Mereka mengeluarkan beberapa barang berupa bubuk yang lumayan kecil, menghirupnya sedikit, lalu tertawa-tawa. Di tengah keremangan, aku menyaksikan anak laki-laki itu bersama dengan gerombolan anak yang tadi. “Beli ini, Pak, beli ini, Bu,” kata anak laki-laki itu. Malam semakin larut. “Terima kasih banyak, Pak.




















