Saya lihat Pak Bambang menjilati rembesan yang mengalir dari memek. Umurnya tiga tahun diatas saya atau 26 tahun. Bokeb Tulang-tulang terasa mengejang. Usianya mungkin sudah 50 tahun. Menghayalkan banyak hal.Tentang jabatan di kantor, tentang anak, tentang hari esok dan juga tentang ranjang.Bila sudah sampai tentang ranjang itu, seringkali pula saya membayangkan saya bergumulan habis-habisan di tempat tidur. Di ruang tamu, kursinya sudah banyak terkelupas, sementara kertas dan koran berserakan di lantai yang tidak pakai karpet.“Ya beginilah rumah saya. Sekali waktu, saya keceplosan. Saya rasakan benda itu sangat keras. Usianya mungkin sudah 50 tahun. Dan saya pun merasa tidak punya alasan untuk menolak.Meski sedikit kasar, tapi Pak Bambang itu suka sekali bercerita dan juga nanya-nanya. Tampak jelas urat-uratnya. Badannya besar meski ia juga tidak terlalu tinggi. Pria yang membawa sepeda motor itu hanya mengalami lecet di siku tangannya. Padahal, saya sudah kembali merasakan ujung memek saya memanas.




















