Sedangkan Nurul seperti agak sungkan dan kaku setiap bertemu denganku. Bokep Family apa kamu lupa kamu tinggal dimana?” sahutku agak tinggi, dia terdiam. Aku semakin bergairah ketika melihat tingkahnya yang sopan, murah senyum, dan lenggok pinggulnya ketika berjalan walau aku yakin bukan maksud dia untuk melakukan itu. Setelah kulihat istriku sudah tertidur lelap, aku beranikan diri mendekati kamar Nurul, yang nampaknya masih menyala terang, sepertinya dia masih belajar. “Siapa?” sahutnya dari dalam, saat dia buka pintu kamarnya, aku segera mendorong pintu itu sehingga Nurul agak tersungkur kebelakang. “Auuuuww… oohh… .ahhh… .eehhhmmm… yyaaahhh ” racaunya. Beberapa waktu lalu, rumah kami semakin berwarna ketika adik bungsu istriku yang kuliah kedokteran di salah satu perguruan tinggi negeri tengah menjalankan Koass di salah satu Rumah Sakit negeri yang kebetulan berada dekat dengan rumah kami.




















