“Tasha memang pemalu Red”, kata Ibu Mia berusaha meringankan suasana. “Eh Red.. Bokep Ibu Mia duduk dengan kedua pahanya sedikit mengangkang, tampak beliau pasrah saja memamerkan liang kemaluannya yang telah membesar dan amat basah itu. Enak aja! “Biarin dia, Beh,” bisiknya setelah kita kembali duduk. Beres Bu”, kata gua sambil mendesah-mendesah juga.. Hhgghh..”, tak sadar gua juga ikutan mendesah. Pasti muka gua ngga karuan nih bentuknya. Selama ini pria-pria lain cenderung lebih memperdulikan ‘kapan’ bisa bercinta lagi dengan Ibu, daripada ‘mengapa’ Ibu seperti ini”, balas Ibu Mia. Perlahan-Perlahan gua lepasin blus atasnya, lalu BH pinknya.. Tapi kamu spesial..”, kembali senyuman lembut itu menghiasi wajahnya. Mungkin terhalang oleh lemari arsip itu.




















