Badanku masih lemah karena sakitku. Berjam-jam mereka bergiliran menusukkan penis mereka di vagina dan anusku. Bokep Colmek Herman lalu mendekatiku lalu juga mencium keningku, “Cepat sembuh ya sayang”, katanya. “Nama yang bagus…”, lanjutnya lalu menciumi pipiku.Pria lain yang memegangiku mulai bersorak, “Amoy yang ini cantik bagai artis…”, kata mereka sambil meraba-raba tubuhku. Pria yang tadi hampir tidak jadi minta sepong, kemudian naik lagi, dan memasukkan penisnya ke mulutku. Perutku bergejolak mual-mual, apalagi tubuhku terus digoyang dari arah vagina. Kepalaku pusing, aku tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti permintaan mereka. Aku berdoa agar jika aku pergi nanti, semoga Herman dan Chelsea bisa hidup bahagia tanpaku. “Ya, masuklah”, seorang pria membuka pintu dan mempersilahkanku masuk. Pasalnya cerita dewasa seru ini merupakan hasil karya seorang penulis yang memang sudah cukup dikenal namanya di forum semprot.




















