Sherry berteriak, ia nampak kesakitan, dan aku pun sangat menikmati ekspresi wajah Sherry saat itu. Bokep Mama Sementara Pria-pria yang ada disana mulai mengeluarkan kemaluan mereka kemudian melakukan onani sambil menyaksikan aku dan Sherry. Aku pun mulai menjalankan rencana ku.“Kak, sampai kapan Sherry mesti nunggu disini?”“Udah tunggu aja, sebentar lagi!!”Sherry mulai kelihatan cemas, ia mulai curiga terhadapku.“Sudah beres Non” Tejo si penjaga sekolah melapor padaku.“Oke” jawabku.Rencana ini sudah kusiapkan dengan matang, sampai aku membayar 4 penjaga sekolah untuk mau bekerja sama denganku, bukan hal yang berat bagiku, aku anak orang kaya.“Ya udah, ikut gue sekarang!!” perintahku untuk Sherry.Dengan ragu-ragu, Sherry mengikuti aku, Lea dan Manda. Nggak sakit kok, dijamin nikmat deh..” Tejo berseloroh, ia terlihat bernafsu sekali seperti halnya Lodi dan Seto yang masih memegangi tangan Sherry supaya ia tidak melawan, sementara Andre berdiri dibelakangku sambil memperhatikan dengan nafsunya.“Jangan Pak!!




















