“Apa?” tanya Wenny lagi sambil tetap tersenyum. Bokeb Dia masih di Semarang. Matanya terus menatap kontol yang digenggamnya.“Kocok, Mas..” bisik Edi.Jaka secara perlahan mengocok kontol Edi. Pada mulanya Jaka biasa saja, tapi entah kenapa lama-kelamaan Jaka sangat suka pada wajah ganteng Edi. Namun yang hadir saat itu hanya sekitar 125 orang saja. Hari Minggu, sesuai dengan rencana, Jaka dan Dewi pergi ke kolam renang untuk mengantar anaknya. Dewipun tersenyum.“Jangan lam-lama ya..” kata Dewi. Kemudian mulutnya langsung mengulum dan menghisap kontol Jaka.“Sudah sayang..” kata Jaka, lalu mencium bibir Wenny mesra.Setelah berpakaian dan merapikan diri, mereka segera pergi untuk makan siang dan melanjutkan pekerjaan di kantor. Sambil tetap berciuman, tangan Edi dengan cepat membuka semua kancing baju dan resleting celana Jaka.“Buka bajunya, Mas..” kata Edi tak sabar.Jaka lalu melepas semua pakaiannya sambul tersenyum.




















